Rabu, 10 April 2013

BIODEGRADASI


                                                                         BIODEGRADASI PLASTIK
     Biodegradasi. merupakan    proses  pengomposa , Tidak semua bahan di alam ini dapat terurai menjadi komponen kecil penyusunnya.  Segala bahan yang dapat diuraikan menjadi komponen-komponen penyusunnya disebut bahan biodegradable. Pengurai atau pendegradasi umumnya adalah bakteri dan jamur.  Bahan biodegradable  umumnya memiliki jenis ikatan asetal, amida, atau ester, dan memiliki berat molekul, kristalinitas rendah serta hidrofilitas tinggi.   Plastik biodegradable yang berbahan dasar pati atau tepung dapat didegradasi oleh bakteri pseudomonas dan bacillus untuk   memutuskan polimer menjadi  monomer-monomernya. Senyawa-senyawa hasil degradasi polimer biodegradable adalah gas karbondioksida (CO2) dan air (H2O).  Disamping itu juga menghasilkan senyawa organik lain yaitu, asam organik dan aldehid yang tidak berbahaya bagi lingkungan.
Polimer biodegradable dari pati jagung jauh lebih aman dari polimer atau plastik konvensional sebab polimer atau plastik konvensional  membutuhkan  waktu sekitar 50 tahun agar dapat terdekomposisi di alam, sedangkan polimer biodegradable dapat terdekomposisi 10-20 tahun lebih cepat. Selain itu kualitas akan meningkat dengan adanya penguraian plastik biodegradable oleh mikroorganisme sebab unsur hara dalam tanah meningkat . Pembakaran sampah plastik polimer biodegradable tidak berbahaya.
Biodegradasi atau degradasi biotik adalah degradasi kimia bahan (polimer misalnya) disebabkan oleh tindakan yang terjadi secara alami mikroorganisme seperti bakteri, jamur dan ganggang (degradasi kimia yang tidak melibatkan aktivitas biologis didefinisikan sebagai degradasi abiotik) , Sebagai hasil biodegradasi menghasilkan karbon dioksida dan / atau metana dan air. Jika oksigen saat ini biotik degradasi yang terjadi adalah degradasi aerobik dan karbon dioksida dihasilkan. Jika tidak ada oksigen tidak tersedia, degradasi biotik adalah degradasi anaerobik, dan metana diproduksi bukan karbon dioksida. Dalam beberapa kondisikedua gas yang dihasilkan. Mineralisasi didefinisikan sebagai konversi biodegradable bahan atau biomassa untuk gas (seperti karbon dioksida,metana, dan nitrogen senyawa),  air, garam danmineral, dan biomassa sisa. Mineralisasi selesai ketika semua bahan biodegradable atau biomassa dikonsumsi dan semua karbon di dalamnya diubah menjadi karbon dioksida. mineralisasi Lengkapi mewakili rendering dari semua unsur kimia menjadi siklus biogeokimia alami.
                                                                                                             
Masalah saya:
   Mengapa polimer atau plastik konvensional membutuhkan waktu sekitar 50 tahun agar dapat terdekomposisi di alam, sedangkan polimer biodegradable dapat terdekomposisi 10-20 tahun lebih cepat????  Hal apa yang menyebabkan proses ini menjadi lama adakah solusi lain untuk menguraikan plastik ini ????

Mohon di bantu............

3 komentar:

  1. hemzzzzzzzzzzzz, menurut pendapat saya mungkin plastik konvensional yang membutuhkan waktu sekitar 50 tahun agar dapat terurai di alam karena merupakan polimer sintetik yang terbuat dari minyak bumi yang sulit untuk terurai di alam jadi membutuhkan waktu yang lama untuk terdekomposisi di alam, sedangkan polimer biodegradable dapat terdekomposisi 10-20 tahun lebih cepat dikarenakan dapat duraikan kembali mikroorganisme secara alami menjadi senyawa yang ramah lingkungan. Sementara plastik biodegradable terbuat dari material yang dapat diperbaharui, yaitu dari senyawa-senyawa yang terdapat dalam tanaman misalnya selulosa, kolagen, kasein,
    protein atau lipid yang terdapat dalam hewan.
    mungkin ini sedikit bisa membantu.

    BalasHapus
  2. Saya akan mencoba menjawab, menurut jawaban saya:
    Plastik sintetik (non-biodegradable) sangat berpotensi menjadi material yang mengancam kelangsungan makhluk hidup di bumi ini. Untuk menyelamatkan lingkungan dari bahaya plastik, saat ini telah dikembangkan plastik biodegradable, artinya plastik ini dapat duraikan kembali mikroorganisme secara alami menjadi senyawa yang ramah lingkungan. Biasanya plastik konvensional berbahan dasarpetroleum, gas alam, atau batu bara. Sementara plastik biodegradable terbuat darimaterial yang dapat diperbaharui, yaitu dari senyawa-senyawa yang terdapat dalamtanamanmisalnya selulosa, kolagen, kasein, protein atau lipid yang terdapat dalam hewan.

    BalasHapus
  3. menurutsaya karena platik konvensianal cendrung terbuat dari bahan bahan alam yang sulit diperbaharui seperti gas alam,petreuleum,dan batu bara.Oleh karena itu plastik konvensional membutuhkan waktu 50 tahun untuk terdekomposisi dialam.Sedangkan plastik biodegradable terbuat dari bahan bahan yang bisa diperbaharui,yaitu senywa-senyawa dari tanaman,misalnya selulosa,kolagen,kasein,protein atau lipid yang terdapat pada hewan.Oleh karena itu plastik biogdegradable lebih cepat terdekomposisi

    BalasHapus