Pembuatan Ester (Esterifikasi)
Berbagai metode pembuatan ester telah
dikembangkan. Salah satu metode umum yang digunakan adalah reaksi alkohol
dengan asam karboksilat. Pada reaksi ini, asam sulfat ditambahkan sebagai
pendehidrasi (katalis).
Gambar 6.21 Pembuatan ester di
laboratorium
Reaksi keseluruhannya adalah:
Pada sintesis ester, asam asetat melepaskan gugus
–OH dan alkohol melepaskan gugus H yang dikeluarkan sebagai H2O.
Reaksi tersebut adalah reaksi kesetimbangan. Oleh karena itu, untuk memperoleh
hasil yang banyak, dilakukan dengan salah satu pereaksi berlebih, atau dapat
juga dilakukan mengeluarkan ester yang terbentuk agar kesetimbangan bergeser ke
arah produk. Untuk memproduksi ester dalam jumlah banyak, metode tersebut
kurang efisien dan tidak praktis sebab tetapan kesetimbangan untuk reaksi ini
relatif kecil (Kc=3). Oleh karena tetapan kesetimbangan kecil,
produk yang dihasilkan pun sedikit. Di industri, ester disintesis dalam dua
tahap. Pertama, asam karboksilat diklorinasi menggunakan tionil klorida menjadi
asil klorida. Selanjutnya, asil klorida direaksikan dengan alkohol menjadi
ester. Persamaan reaksi yang terjadi adalah:
Basa menyerap HCl yang dihasilkan dari reaksi.
Hal ini mendorong reaksi ke arah produk hingga sempurna.
anhidrida
asam
Asam karboksilat seperti asam
etanoat memiliki struktur sebagai berikut:
Jika mengambil dua molekul asam etanoat dan
menghilangkan sebuah molekul air diantara kedua molekul tersebut (lihat gambar
berikut) maka akan diperoleh anhidrida asam, yakni anhidrida etanoat (nama
lama: anhidrida asetat).
Sebenarnya kita bisa membuat
anhidirida etanoat dengan mendehidrasi asam etanoat, tetapi anhidrida ini
biasanya dibuat dengan cara yang lebih efisien dan lebih sederhana.
Penamaan
anhidrida asam
Pemberian nama untuk anhidrida asam
sangat mudah. cukup mengambil nama asam
induk, dan mengganti kata "asam" dengan "anhidrida".
"Anhidrida" berarti "tanpa air".
Dengan demikian, asam etanoat akan menjadi
anhidrida etanoat; asam propanoat menjadi anhidrida propanoat, dan seterusnya.
Pada pembahasan tingkat dasar,
satu-satunya anhidrida yang paling sering dijumpai adalah anhidrida etanoat.
Sifat-sifat
fisik anhidrida asam
Untuk menjelaskan sifat-sifat
anhidrida asam, kita akan mengambil contoh anhidrida etanoat sebagai anhidrida
asam sederhana..
Kenampakan
Anhidrida etanoat merupakan cairan
yang tidak berwarna dengan bau yang sangat mirip dengan asam cuka (asam
etanoat).
Bau ini timbul karena anhidrida
etanoat bereaksi dengan uap air di udara (dan kelembapan dalam hidung)
menghasilkan asam etanoat kembali.
Kelarutan
dalam air
Anhidrida etanoat tidak bisa
dikatakan larut dalam air karena dia bereaksi dengan air menghasilkan asam
etanoat. Tidak ada larutan cair dari anhidrida etanoat yang terbentuk.
Titik didih
Anhidrida etanoat mendidih pada suhu
140°C. Titik didih cukup tinggi karena memiliki molekul polar yang cukup besar
sehingga memiliki gaya dispersi van der Waals sekaligus gaya tarik dipol-dipol.
Akan tetapi, anhidrida etanoat tidak
membentuk ikatan hidrogen. Ini berarti bahwa titik didihnya tidak sama
tingginya dengan titik didih asam karboksilat yang berukuran sama. Sebagai
contoh, asam pentanoat (asam yang paling mirip besarnya dengan anhidrida
etanoat) mendidih pada suhu 186°C.
Permasalahan:
1.
Pada pembuatan ester reaksi terjadi pada keadaan dingin
atau dengan menggunakan air dingin,permasalahan bagaimana kegunaan dari penambahan air dingin pada
pembuatan ester tersebut dan apakah ada pengaruh air dingin tersebut pada hasil
ester yang dihasilkan?
2.
Anhidrida etanoat tidak membentuk ikatan
hidrogen. Ini berarti bahwa titik didihnya tidak sama
tingginya dengan titik didih asam karboksilat yang berukuran sama. Sebagai
contoh, asam pentanoat (asam yang paling mirip besarnya dengan anhidrida etanoat)
mendidih pada suhu 186°C. mengapa
demikian?
menurut pendapat saya, kegunaan penambahan air dingin pada pembuatan ester adalah Agar uap dariester yang terbentuk langsung mengembun dan tidak menguap lagi.mungkin hanya itu yang bisa saya jawab dari masalah saudari airusmawati.
BalasHapusMenurut saya pada pembuatan ester reaksi terjadi pada keadaan dingin atau dengan menggunakan air dingin hal itu disebabkan karena sifat fisis dari ester itu sendiri yang memiliki titik didih dan titik beku yang rendah,oleh sebab itu apabila ditambahkan dengan air dingin maka reaksi pembuatan ester akan terjadi dengan baik. Sebaiknya apabila reaksi pembuatan ditambahkan air panas maka ester akan menguap dan habis.Inilah yang bisa saya membantu menjawab permasalahan dari saudari Airismawati, untuk permasalahan yang ke 2 saya tidak mengerti dan semoga bermanfaat ya.
BalasHapusSaudari Ai
BalasHapusMenurut pendapat saya,,.
jawaban dari saudari welia sudah cukup baik,di sini saya ingin menambahkan bahwa adanya pengaruh air dingin pada pembuatan ester,karena pada senyawa ester suhu dapat mempengaruhi reaksi,,.,